Langsung ke konten utama

PIDATO SOEHARTO PASCA REVOLUSI MEI 1998




Saya mohon maaf jika ada kesalahan-Kesalahan atau kekhilafan-kekhilafan selama saya menjabat Presiden", demikian Presiden Suharto pada pidato terakhirnya Kamis pagi pukul 9.12, tanggal 21 Mei 1998. Melihat korban-korban jiwa, parahnya keadaan ekonomi, rusaknya kultur dan hancurnya lingkungan akibat praktek-praktek arogansi kekuasaan Suharto dan kroninya, maka kesalahan2 dan kekhilafan2 diatas tidak dapat dimaafkan melainkan harus mendapat ganjaran hukum lewat pengadilan yang bebas dari pengaruh pemerintah (atau siapapun) sehingga keadilan dapat ditegakkan dan situasi ekonomi politik dan sosial dapat kembali dibangun berdasar prinsip2 demokrasi dan HAM. 

NB; Tulisan ini merupakan rangkuman dari laporan2 tentang gerakan2 mahasiswa dari X-Pos, Kompas dan sumber2 berita lain dari internet-online.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Surat Kuasa Pengambilan Raport

Yang bertandatangan di bawah ini: Nama                           : Indah Santoso Tempat/tanggal lahir    : Surabaya, 11 Mei 1959 Alamat                         :  Jl. Kertajaya No. 21                                       Surabaya                                       Jawa Timur                                     Dengan ini memberi kuasa kepada: Nama                           : Budi Yanto Tempat/tanggal lahir    : Jakarta, 18 Agustus 1965 Alamat           ...

CONTOH SURAT PERJANJIAN INVESTASI PROFIT SHARING

SURAT PERJANJIAN INVESTASI PROFIT SHARING No. Kontrak: 007/INSTANFOREX/SAHAYA-INVESTA/VI/2012 Kami yang bertanda tangan di bawah ini: I.       Nama   Perusahaan : ....................................................................................             Alamat                         : ....................................................................................   .................................................................................... Telepon                      : .................................................................................... Bank account            : .................

HAKIKAT SHOLAT MENURUT SYEKH SITI JENAR

http://www.javalaw-bmg.blogspot.com Peliharalah shalatmu dan shalat wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam shalat) yang khusyuk (QS Al. Baqarah / 2:238). Ini adalah penegasan dari Allah tentang kewajiban dan keharusan memelihara shalat, baik segi dzahir maupun batin dengan titik tekan khusyuk, kondisi batin yang mantap. Secara lahir, shalat dilakukan dengan berdiri, membaca Al-Fatihah , sujud, duduk dsb. Kesemuanya melibatkan keseluruhan anggota badan. Inilah shalat jasmani dan fisikal. Karena semua gerakan badan berlaku dalam semua shalat, maka dalam ayat tersebut disebut shalawaati (segala shalat) yang berarti jamak. Dan ini menjadi bagian pertama, yakni bagian lahiriah. Bagian kedua adalah tentang shalat wustha, yaitu yang secara sufistik adalah shalat hati. Wustha dapat diartikan pertengahan atau tengah-tengah. Karena hati terletak di tengah, yakni di tengah diri, maka dikatakan shalat wustha sebagai shalat hati. Tujuan shalat ini adalah untuk mendapatkan kedamaian dan ...