Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label HUMOR 98

Terimakasih Budi

Dear Budi, Kamu pasti seorang lelaki yang tidak mengenaliku. Apa kah perlu? Nanti aku beritahu selanjutnya. Tapi aku mengenalmu dan seluruh keluargamu, semenjak duduk di bangku kelas I sekolah dasar. Aku tak pernah tahu apa margamu, dari mana kamu bersal atau dimana kamu tinggal. Yang pasti, kamu dan seluruh keluargamu sangat terkenal saat itu dan beberapa saat setelahnya. Nama kalian terpampang di buku-buku pelajaran Bahasa Indonesia. You Rocking Bud! You a re a legend from my childhood :) Bud, , , , Bolehkan aku menyapamu begitu? Bolehlah ya, ya, ya :’) [senyum paling manis] Akhir-akhir ini aku gelisah bahkan kemarin malam agak susah tidur. Ternyata setelah ditelusuri aku lupa makan, lapar! Aku berlari membeli nasi goreng plus telor ceplok segera di depan kos. Pada kertas koran yang membungkus nasi goreng nan berjasa itu, tercetak besar-besar namamu. Yah, namamu Budi! Aku langsung teringat buku-buku jaman itu, lalu kemudian kamu. Bagaimana kabarmu Bu...

HUMOR ALA ABU NAWAS

Konon ada sepasang sahabat cina dan arab lagi kebingungan karena usaha mereka bangkrut. Setelah memutar keras otak mereka, mereka sepakat membuka pelayanan kesehatan. Maka si cina jadi sinshe, dan si arab menjadi tabib. Setelah satu minggu praktek, si tabib tetap sepi pasien, namun si sinshe mulai kebanjiran pasien. Si tabib putar otak untuk melawan si sinshe. Maka si tabib mengeluarkan jurus dengan memasang pengumuman di depan ruang prakteknya: “Jika Tidak Sembuh Uang Kembali Tiga Kali Lipat” Taktik itu manjur, pasien lalu berdatangan ke si tabib. Giliran si sinshe sewot lalu mencari akal. “Haiyaaa, lumayan kalo owe purak-purak sakit dan tidak sembuh dapat uang lha…” (baca dengan logat cina ya). Lalu ia mendatangi si tabib. Si Sinshe: “Haiyaaa, tolong owe. Owe punya sakit mati rasa. Owe tidak bisa lagi rasain rasa setiap makanan yang owe telan, haiyaa…” Si Tabib: “Ana fikir itu gamfang ana sembuhkan.” Lalu si tabib memanggil asistennya. Si Tabib: “Hasaaannnn, cefat ente ...