Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label TOKOH INDONESIA

Riwayat Hidup Adam Malik Pendiri ASEAN

Adam Malik adalah salah satu tokoh pergerakan nasional. Beliau dilahirkan di Pematang Siantar pada tanggal 22 Juli 1917, Sumatra Utara. Adam Malik adalah anak yang cerdik sekaligus pintar. Ia memiliki segudang akal cerdik dalam menanggapi berbagai persoalan hidup. Adam Malik selalu dapat menjawab berbagai pertanyaan apapun itu sehingga ia mendapat julukan “Si Kancil” saat masih kecil.  Ketika menjabat sebagai Menlu, ia sering mengungkapkan kalimat “Semua Bisa Diatur” yang membuat orang berfikir bahwa di negara ini semua bisa diselesaikan dengan uang yang arahnya tentu ke budaya yang kurang baik. Namun apapun itu tentang Adam Malik, yang pasti beliau turut memiliki andil dalam kemerdekaan Indonesia tercinta. Berikut ini adalah biografi Adam Malik .   PERJALANAN HIDUPNYA Adam Malik adalah anak dari pasangan Haji Abdul Malik Batubara dan Salamah Lubis. Adam Malik kecil sangat menyukai film action seperti koboy, fotografi dan membaca berbagai buku pengetahuan. Selulu...

Riwayat Hidup Mario Teguh, Motivator Indonesia

Mario Teguh yang nama aslinya adalah Sis Maryono Teguh dilahirkan di Makasar pada tanggal 5 Maret 1956 dari pasangan suami istri Gozali Teguh dan Siti Maria. Beliau mulai terkenal ketika memandu acara di Metro TV yaitu Mario Teguh Golden Ways. Mario Teguh memperoleh gelar Sarjana Pendidikan dari IKIP Malang. Awalnya Mario Teguh adalah seorang profesional di Citibank dan sebagai Head of Manager di BIMC, Zamre Ab. Wahab. kemudian ia mendirikan Bussiness Effectiveness Consultant, Exnal Corp. menjabat sebagai CEO ( Chief Executive Officer ) dan Senior Consultan. Beliau juga membentuk komunitas Mario Teguh Super Club (MTSC). Setelah membawakan acara Mario Teguh Golden Ways, namanya mulai dikenal masyarakat. Pembawaannya yang tenang, santun dan selalu bertutur kata halus membuat banyak orang semakin terpesona padanya. Wajar jika kehadirannya di televisi selalu ditunggu orang. Awalnya orang mengira Mario Teguh seorang non Muslim karena ia selalu memakai jas dan selalu menggunakan...

Mengenal Perjalanan Hidup Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara Lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889.Terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia berasal dari lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Semenjak saat itu, ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya. Perjalanan hidupnya benar-benar diwarnai perjuangan dan pengabdian demi kepentingan bangsanya. Ia menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya sangat kom...

LEBIH BAIK MAKAN GAPLEK TAPI TAK JADI BUDAK

Masih ingatkah anda dengan kata2 Bung Karno: Lebih Baik Makan Gaplek Tapi Tak Jadi Budak Yaps Publik belakangan digegerkan dengan kabar perbudakan yang menimpa puluhan pemuda dari pelbagai daerah di Tangerang. Mereka diperlakukan secara tidak manusiawi oleh bos tempatnya bekerja di pabrik kuali, Yuki Irawan. Aksi perbudakan yang terjadi di era moderen tentu tak dapat dimaafkan. Sebab, hal itu me langgar hak azasi manusia (HAM) yang dimiliki oleh tiap manusia dan menyalahi hukum internasional. Dulu, di era pra-kemerdekaan, penjajah Belanda dan Jepang kerap menjadikan warga pribumi menjadi budaknya. Rakyat dipaksa bekerja membangun jalan, bekerja di perkebunan, membangun rel kereta, hingga membuat gua, oleh penjajah. Mereka diperlakukan secara binatang. Siksaan selalu menanti jika mereka loyo dalam bekerja. Padahal, mereka tidak diberi upah bahkan waktu istirahat dan makan yang diberikan kepada mereka pun tak layak. Di mata Presiden pertama RI Soekarno , perbudakan ...

Misteri Tongkat Komando Bung Karno

Berkali-kali Bung Karno berkata bahwa Tongkat Komando-nya tidak memiliki daya sakti, daya linuwih..”itu hanya kayu biasa yang aku gunakan sebagai bagian dari penampilanku sebagai Pemimpin dari sebuah negara besar” kata Bung Karno pada penulis Biografi-nya, Cindy Adams pada suatu saat di Istana Bogor. Bung Karno sendiri memiliki tiga tongkat komando yang bentuknya sama, satu tongkat yang ia bawa ke luar negeri, satu tongkat untuk berhadapan dengan para Jenderalnya dan satu tongkat waktu ia berpidato. Namun kalau keadaan buru-buru dan harus pergi, yang kerap ia bawa adalah tongkat sewaktu ia berpidato. Pernah suatu saat Presiden Kuba, Fidel Castro memegang tongkat Bung Karno dan bercanda “Apakah tongkat ini sakti seperti tongkat kepala suku Indian?” Bung Karno tertawa saja, saat itu Castro meminta peci hitam Bung Karno dan Bung Karno pake pet hijau punya-nya Castro. “Pet ini saya pakai waktu saya serang Havana dan saya jatuhkan Batista” kata Castro mengenai Pet h...

Perjalanan Megawati Soekarno Putri

Bernama Lengkap Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri atau akrab di sapa Megawati Soekarnoputri lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947. Sebelum diangkat sebagai presiden, beliau adalah Wakil Presiden RI yang ke-8 dibawah pemerintahan Abdurrahman Wahid. Megawati adalah putri sulung dari Presiden RI pertama yang juga proklamator, Soekarno dan Fatmawati. Megawati, pada awalnya menikah dengan pilot Letnan Satu Penerbang TNI AU, Surendro dan dikaruniai dua anak lelaki bernama Mohammad Prananda dan Mohammad Rizki Pratama. Pada suatu tugas militer, tahun 1970, di kawasan Indonesia Timur, pilot Surendro bersama pesawat militernya hilang dalam tugas. Derita tiada tara, sementara anaknya masih kecil dan bayi. Namun, derita itu tidak berkepanjangan, tiga tahun kemudian Mega menikah dengan pria bernama Taufik Kiemas, asal Ogan Komiring Ulu, Palembang. Kehidupan keluarganya bertambah bahagia, dengan dikaruniai seorang putri Puan Maharani. Kehidupan masa kecil Megawati dilew...

Peristiwa 10 November 1945 Surabaya

  23 September 1945 Kapten Huijer dari Angkatan Laut Belanda adalah wakil sekutu pertama yang menjejakan kakinya di Surabaya untuk melakukan pemeriksaan pendahuluan dan ini mengindikasikan bahwa Belanda-lah yang akan mempelopori pengambil-alihan Surabaya dari Jepang setelah ‘kesalahan-kesalahan’ pasukan Inggris ketika mengambil alih Semarang. 28 September 1945 Huijer mendatangi markas Laksamana Madya Yaichiro Shibata, pimpinan tertinggi pasukan Jepang di Surabaya, agar melimpahkan seluruh kekuasaannya termasuk senjata yang berada di bawah komando dirinya kepada Huijer. Namun demikian sebagaimana sikap kaigun yang lain (seperti Laksamana Maeda di Jakarta), Shibata sangat simpati dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia oleh karena itu ia menyerahkan senjata kepada Komite Nasional Indonesia Surabaya (KNI-Surabaya) yang dipimpin oleh Soedirman dan Doel Arnowo. KNI-Surabaya sendiri berjanji akan menyerahkannya kepada sekutu pada waktunya. Tetapi KNI-Surabaya tid...

Sang pembawa pesan mulia dibunuh,kenapa ini terjadi di negeriku.

Munir Said Thalib (lahir di Malang , Jawa Timur , 8 Desember 1965  – meninggal di Jakarta jurusan ke Amsterdam , 7 September 2004 pada umur 38 tahun) adalah pria keturunan Arab yang juga seorang aktivis HAM Indonesia . Jabatan terakhirnya adalah Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia Imparsial. Saat menjabat Dewan Kontras namanya melambung sebagai seorang pejuang bagi orang-orang hilang yang diculik pada masa itu. Ketika itu dia membela para aktivis yang menjadi korban penculikan Tim Mawar dari Kopassus . Setelah Soeharto jatuh, penculikan itu menjadi alasan pencopotan Danjen Kopassus Prabowo Subianto dan diadilinya para anggota tim Mawar. Jenazah Munir dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Kota Batu . Istri Munir, Suciwati , bersama aktivis HAM lainnya terus menuntut pemerintah agar mengungkap kasus pembunuhan ini. Apakah ada yang mengira bahwa salah satu tokoh HAM di Indoneia akan dibunuh. Konon, bahwa rencana pembunuhan M...

Perjalanan KH.Mohammad Hasyim Asy'ari

KH Mohammad Hasyim Asy'ari,  atau biasa disebut KH Hasyim Ashari beliau dilahirkan pada tanggal 10 April 1875 atau menurut penanggalan arab pada tanggal 24 Dzulqaidah 1287H di Desa Gedang, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur dan beliau kemudian tutup usia pada tanggal 25 Juli 1947 yang kemudian dikebumikan di Tebu Ireng, Jombang, KH Hasyim Asy'ari merupakan pendiri Nahdlatul Ulama yaitu sebuah organisasi massa Islam yang terbesar di Indonesia. KH Hasyim Asyari merupakan putra dari pasangan Kyai Asyari dan Halimah, Ayahnya Kyai Ashari merupakan seorang pemimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. KH Hasyim Ashari merupakan anak ketiga dari 11 bersaudara. Dari garis keturunan ibunya, KH Hasyim Ashari merupakan keturunan kedelapan dari Jaka Tingkir (Sultan Pajang). dari Ayah dan Ibunya KH Hasyim Ashari mendapat pendidikan dan nilai-nilai dasar Islam yang kokoh.   Sejak anak-anak, bakat kepemimpinan dan kecerdasan KH Ha...