Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label FILSAFAT

Anakmu Bukan Milikmu

Anakmu bukanlah milikmu, mereka adalah putra putri sang Hidup, yang rindu akan dirinya sendiri. Mereka lahir lewat engkau, tetapi bukan dari engkau, mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu. Berikanlah mereka kasih sayangmu, namun jangan sodorkan pemikiranmu, sebab pada mereka ada alam pikirannya sendiri. Patut kau berikan rumah bagi raganya, namun tidak bagi jiwanya, sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kau kunjungi, sekalipun dalam mimpimu. Engkau boleh berusaha menyerupai mereka, namun jangan membuat mereka menyerupaimu, sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur, ataupun tenggelam ke masa lampau. Engkaulah busur asal anakmu, anak panah hidup, melesat pergi. Sang Pemanah membidik sasaran keabadian, Dia merentangkanmu dengan kuasaNya, hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat. Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah, sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat l...

Mengenal Kehidupan dan Karya Imam Al Bukhari

Biografi Imam Bukhari. Tokoh Muslim satu ini terkenal dengan riwayat-riwayatnya mengenai hadist Rasulullah Muhammad SAW. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari Al Ju’fi. Akan tetapi beliau lebih terkenal dengan sebutan Imam Bukhari, karena beliau lahir di kota Bukhara, Turkistan. Sewaktu kecil Al Imam Al Bukhari buta kedua matanya. Pada suatu malam ibu beliau bermimpi melihat Nabi Ibrahim ‘Alaihissalaam yang mengatakan, “Hai Fulanah (yang beliau maksud adalah ibu Al Imam Al Bukhari, pent), sesungguhnya Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putramu karena seringnya engkau berdoa”. Ternyata pada pagi harinya sang ibu menyaksikan bahwa Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putranya. Kehidupan Imam Bukhari Ketika berusia sepuluh tahun, Al Imam Al Bukhari mulai menuntut ilmu, beliau melakukan pengembaraan ke Balkh, Naisabur, Rayy, Baghdad, Bashrah, Kufah, Makkah, Mesir, dan Syam. Guru-guru beliau ...

Perjalanan Imam Syafii Dan Ilmu Ushul Fiqh

Ilmu ushul fiqh adalah sebuah kajian luar biasa yang mampu meringkas begitu banyak teks yang memiliki konsekuensi hukum yang sama menjadi sebuah formula yang sederhana. Ilmu ini digunakan para ulama dalam mengambil kesimpulan hukum. Menyederhanakan masalah yang pelik menjadi mudah butuh kecerdasan dan pemahaman yang mendalam. Oleh karena itulah, seseorang yang menciptakan ilmu ushul fiqh ini pasti memiliki kecerdasan yang luar biasa dan pemahaman yang mendalam tentang ilmu-ilmu syariat. Ilmu ini pertama kali dirumuskan oleh Muhammad bin Idris asy-Syafii atau lebih dikenal dengan Imam Syafii. Nasab dan Masa Pertumbuhannya Beliau adalah Muhammad bin Idris bin al-Abbas bin Utsman bin Syafi’ bin Saib bin Abdu Yazid bin Hasyim bin Abdul Muthalib bin Abdu Manaf. Nasab Imam Syafii dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemu pada kakek mereka Abdu Manaf. Jadi, Imam Syafii adalah seorang laki-laki Quraisy asli. Adapun ibunya adalah seorang dari Bani Azdi atau A...

Filsafat Perang Sunzi

    Dewasa ini, telah banyak karya-karya yang ditulis mengenai filsafat perang Sunzi (abad ke 6 SM), dimana ini menunjukkan bahwa filsafat Sunzi tidak hanya dapat diterapkan pada zaman dahulu saja atau dalam peperangan saja, melainkan juga dalam manajemen modern telah banyak buku-buku yang ditulis mengenai aplikasi kiat-kiat strategi Sunzi ini pada dunia bisnis dewasa ini.     Sunzi menulis sebuah kitab yang berjudul Sunzi Bingfa atau Kitab Seni Perang Sunzi. A menjelaskan kepada raja Wu Helu (514-496SM) mengenai keampuhan siasat ini. Raja yang tdak percaya begitu saja memerintahkan Sunzi untuk membuktikan ucapannya itu. Sunzi mengatakan bahwa ia sanggup melatih wanita dan anak-anak menjadi tentara yang tidak terkalahkan. Raja Wu lantas memanggil 180 gadis istana, yang dibagi menjadi 2 barisan dengan dua orang selir kesayangan Kaisar sebagai komandannya. Sunzi menjelaskan pada mereka gerakan-gerakan yana harus dilakukan berdasarkan bunyi tambur ter...