Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label MANAJEMEN SDM

Pemikir-Pemikir Aksial dan Formasi Sekolah-Sekolah Filsafat

Perkembangan filsafat Cina pada periode dari tahun 475-221 SM merupakan sebuah proses kreatif dimana dua tradisi kebudayaan muncul sebagai respons atas perubahan sosial dan politik saat itu. Humanisme politis dan naturalisme organik adalah dua posisi tipikal sebagaimana lebih lanjut dikembangkan dalam konfusianisme dan Daoisme. Mencius mengindentifikasikan persoalan sentral waktu sebagai stabilitas politis dan sosial (ding). Persepsinya dan wawasannya dalam persoalan ini adalah bahwa dunia ini akan “distabilisasikan oleh being unified” (ding-yu-yi). Persoalannya adalah bagaimana dunia ini disatukan dan ditata menurut sebuah sistem prinsip-prinsip, contohnya: tatanan Zhou atau Li. Selain itu, dikatakan pula bahwa legalisme berkembang dari penyatuan dan perbandingan berbagai sekolah filsafat pada awal-awalnya, seperti konfusianisme, Mohisme, Daoisme. Dari konfusianisme berupa pengontrolan massa dengan otoritas dan doktrin tentang alam jahat manusia (Hsun Tzu), dari Mohisme berupa...

Pengertian Dan Penilaian Prestasi Kerja

Faktor kritis yang berkaitan dengan keberhasilan jangka panjang organisasi adalah kemampuan mengukur baik karyawan-karyawannya berkarya dan menggunakan informasi. Prestasi kerja yang didapatkan oleh para pekerja organisasi perusahaan merupakan suatu harapan yang mutlak, dan tidaklah mudah untuk mendapatkannya karena banyak kriteria-kriteria serta usaha yang keras yang akan dijalani atau dilalui oleh para pekerja tersebut. Motivasi karyawan untuk bekerja, mengembangkan kemampuan pribadi, dan meningkatkan kemampuan dimasa mendatang dipengaruhi oleh umpan balik mengenai kinerja masa lalu dan pengembangan kinerja yang akan datang. Orang-orang yang termotivasi untuk berprestasi, memiliki tiga macam ciri umum sebagai berikut: Sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derajat kesulitan moderat. Orang-orang yang berprestasi tinggi juga menyukai situasi-situasi dimana kinerja mereka timbul karena upaya-upaya mereka sendiri, dan bukan karena faktor-faktor la...

Teori Motivasi Dalam Manajemen SDM

Pengertian Motivasi Salah satu aspek memanfaatkan pegawai ialah pemberian motivasi (daya perangsang) kepada pegawai, dengan istilah populer sekarang pemberian kegairahan bekerja kepada pegawai. Telah dibatasi bahwa memanfaatkan pegawai yang memberi manfaat kepada perusahaan. Ini juga berarti bahwa setiap pegawai yang memberi kemungkinan bermanfaat ke dalam perusahaan, diusahakan oleh pimimpin agar kemungkinan itu menjadi kenyataan. Usaha untuk merealisasi kemungkinan tersebut ialah dengan jalan memberikan motivasi. Motivasi ini dimaksudkan untuk memberikan daya perangsang kepada pegawai yang bersangkutan agar pegawai tersebut bekerja dengan segala daya dan upayanya ( Manulang , 2002). Menurut The Liang Gie Cs. ( Matutina dkk ,1993 ) bahwa pekerjaan yang dialakukan oleh seseorang manajer dalam memberikan inspirasi, semangat, dan dorongan kepada orang lain (pegawai) untuk mengambil tindakan-tindakan. Pemberian dorongan ini dimaksudkan untuk mengingatkan orang-orang atau pegawai...