Perkembangan filsafat Cina pada periode dari tahun 475-221 SM merupakan sebuah proses kreatif dimana dua tradisi kebudayaan muncul sebagai respons atas perubahan sosial dan politik saat itu. Humanisme politis dan naturalisme organik adalah dua posisi tipikal sebagaimana lebih lanjut dikembangkan dalam konfusianisme dan Daoisme. Mencius mengindentifikasikan persoalan sentral waktu sebagai stabilitas politis dan sosial (ding). Persepsinya dan wawasannya dalam persoalan ini adalah bahwa dunia ini akan “distabilisasikan oleh being unified” (ding-yu-yi). Persoalannya adalah bagaimana dunia ini disatukan dan ditata menurut sebuah sistem prinsip-prinsip, contohnya: tatanan Zhou atau Li. Selain itu, dikatakan pula bahwa legalisme berkembang dari penyatuan dan perbandingan berbagai sekolah filsafat pada awal-awalnya, seperti konfusianisme, Mohisme, Daoisme. Dari konfusianisme berupa pengontrolan massa dengan otoritas dan doktrin tentang alam jahat manusia (Hsun Tzu), dari Mohisme berupa...