Langsung ke konten utama

KASUS HUTANG BANK

Sore pak saya mohon saran mslh pinjaman uang dari Bank dgn jaminan sertifikat rumah sbesar 75jt,baru 4 bulan usaha saya macet dan tidak mampu byar lg <kredit macet sudah 4bulan> apa ini melanggar hukum/bs dilaporkan kepihak yg berwajib karena kolektor mengancam sperti itu dan saya sudah blng k'mereka silahkan dilelang saja krna ekonomi saya sudah benar2 tidak mampu tp mereka menolak krena ngmong'a nilai jaminan tdk sebanding dgn pnjaman,tolong sarannya gmana pak,apa betul saya melanggar hukum?! Trima kasih
PENCERAHAN;
hutang piutang adalah masalah hukum yang masuk ranah perdata, bukan ranah pidana. Dan nilai jaminan yang tidak sebanding juga bukan merupakan unsur pidana. Jadi, ancaman pihak kolektor tersebut pada dasarnya hanyalah ancaman "pepesan kosong" ... saran saya, sebaiknya Bapak menghadap ke pihak Bank secara langsung untuk meminta keringan atas pinjaman bapak tersebut.
 Hutang piutang adalah ranah hukum perdata. Dalam hukum perdata tidak ada sanksi penjara, jadi Anda tidak perlu khawatir dipenjara akibat kredit macet.

Idealnya memang dalam pelelangan akan dicari harga tertinggi. Jika ternyata harga tertinggi dan pada akhirnya memang tidak menutupi nilai kredit Anda, maka anda sebagai debitur berkewajiban untuk menyelesaikan sisa kredit tsb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Surat Kuasa Pengambilan Raport

Yang bertandatangan di bawah ini: Nama                           : Indah Santoso Tempat/tanggal lahir    : Surabaya, 11 Mei 1959 Alamat                         :  Jl. Kertajaya No. 21                                       Surabaya                                       Jawa Timur                                     Dengan ini memberi kuasa kepada: Nama                           : Budi Yanto Tempat/tanggal lahir    : Jakarta, 18 Agustus 1965 Alamat           ...

CONTOH SURAT PERJANJIAN INVESTASI PROFIT SHARING

SURAT PERJANJIAN INVESTASI PROFIT SHARING No. Kontrak: 007/INSTANFOREX/SAHAYA-INVESTA/VI/2012 Kami yang bertanda tangan di bawah ini: I.       Nama   Perusahaan : ....................................................................................             Alamat                         : ....................................................................................   .................................................................................... Telepon                      : .................................................................................... Bank account            : .................

HAKIKAT SHOLAT MENURUT SYEKH SITI JENAR

http://www.javalaw-bmg.blogspot.com Peliharalah shalatmu dan shalat wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam shalat) yang khusyuk (QS Al. Baqarah / 2:238). Ini adalah penegasan dari Allah tentang kewajiban dan keharusan memelihara shalat, baik segi dzahir maupun batin dengan titik tekan khusyuk, kondisi batin yang mantap. Secara lahir, shalat dilakukan dengan berdiri, membaca Al-Fatihah , sujud, duduk dsb. Kesemuanya melibatkan keseluruhan anggota badan. Inilah shalat jasmani dan fisikal. Karena semua gerakan badan berlaku dalam semua shalat, maka dalam ayat tersebut disebut shalawaati (segala shalat) yang berarti jamak. Dan ini menjadi bagian pertama, yakni bagian lahiriah. Bagian kedua adalah tentang shalat wustha, yaitu yang secara sufistik adalah shalat hati. Wustha dapat diartikan pertengahan atau tengah-tengah. Karena hati terletak di tengah, yakni di tengah diri, maka dikatakan shalat wustha sebagai shalat hati. Tujuan shalat ini adalah untuk mendapatkan kedamaian dan ...