Langsung ke konten utama

KASUS GUGAT CERAI

dalam sidang gugat cerai di pengadilan agama,apa bila pihak tergugat tidak menghadiri sidang tsb,apakah akan diambil putusan scara sepihak dari penggugat atau tadak? dan apabila istri menggugat cerai suami,tapi suami tdk mau menceraikan istri,apakah bisa dikabulkan oleh pengadilan agama permintaan tuk bercerai dari istri? trimakasih..mohon diberi penjelasan.. 
PENCERAHAN;
 
Dalam setiap persidangan (tidak terkecuali dalam perkara perkawinan), jika salah satu pihak tidak hadir, maka pihak yang tidak hadir tersebut akan dipanggil secara tertulis sebanyak 3 X. Bila setelah dipanggil secara patut dan resmi, pihak tersebut tidak hadir maka dianggap tidak menggunakan haknya atas perkara (hak jawab atau hak untuk membantah). Atas ketidakhadirannya tersebut, maka hakim akan melanjutkan persidangan tanpa kehadirannya dan memeriksa pokok perkara.

Memeriksa pokok perkara tanpa kehadirannya pihak lain tserbut, BUKAN BERARTI majelis hakim akan mengambil putusan secara sepihak berdasarkan versi pihak yang hadir. Dalam hal ini, majelis hakim tetap bersikap objektif dalam arti memeriksa dan memutus perkara berdasarkan bukti-bukti yang terungkap dalam persidangan.

Pasal 39 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 menegaskan, Perceraian hanya dapat dilakukan di depan Sidang Pengadilan setelah Pengadilan yang bersangkutan berusaha dan tidak berhasil mendamaikan kedua belah pihak. Berdasarkan ketentuan tersebut, kiranya dipahami bahwasanya dalam perkara perceraian, TIDAK DIPERLUKAN PERSETUJUAN CERAI ANTARA SUAMI ISTRI YANG AKAN BERCERAI. Jadi, meskipun salah satu pihak tidak setuju atas perceraian yang dimohonkan, selama si penggugat/ pemohon cerai dapat membuktikan bahwasanya perkawinan tersebut harus diputus cerai, maka majelis hakim PASTI AKAN MEMUTUS PERKAWINAN TERSEBUT DENGAN PERCERAIAN.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Surat Kuasa Pengambilan Raport

Yang bertandatangan di bawah ini: Nama                           : Indah Santoso Tempat/tanggal lahir    : Surabaya, 11 Mei 1959 Alamat                         :  Jl. Kertajaya No. 21                                       Surabaya                                       Jawa Timur                                     Dengan ini memberi kuasa kepada: Nama                           : Budi Yanto Tempat/tanggal lahir    : Jakarta, 18 Agustus 1965 Alamat           ...

CONTOH SURAT PERJANJIAN INVESTASI PROFIT SHARING

SURAT PERJANJIAN INVESTASI PROFIT SHARING No. Kontrak: 007/INSTANFOREX/SAHAYA-INVESTA/VI/2012 Kami yang bertanda tangan di bawah ini: I.       Nama   Perusahaan : ....................................................................................             Alamat                         : ....................................................................................   .................................................................................... Telepon                      : .................................................................................... Bank account            : .................

HAKIKAT SHOLAT MENURUT SYEKH SITI JENAR

http://www.javalaw-bmg.blogspot.com Peliharalah shalatmu dan shalat wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam shalat) yang khusyuk (QS Al. Baqarah / 2:238). Ini adalah penegasan dari Allah tentang kewajiban dan keharusan memelihara shalat, baik segi dzahir maupun batin dengan titik tekan khusyuk, kondisi batin yang mantap. Secara lahir, shalat dilakukan dengan berdiri, membaca Al-Fatihah , sujud, duduk dsb. Kesemuanya melibatkan keseluruhan anggota badan. Inilah shalat jasmani dan fisikal. Karena semua gerakan badan berlaku dalam semua shalat, maka dalam ayat tersebut disebut shalawaati (segala shalat) yang berarti jamak. Dan ini menjadi bagian pertama, yakni bagian lahiriah. Bagian kedua adalah tentang shalat wustha, yaitu yang secara sufistik adalah shalat hati. Wustha dapat diartikan pertengahan atau tengah-tengah. Karena hati terletak di tengah, yakni di tengah diri, maka dikatakan shalat wustha sebagai shalat hati. Tujuan shalat ini adalah untuk mendapatkan kedamaian dan ...