Langsung ke konten utama

Mata Hati dan Mata Bathin



hati cinta kasih

Ketika menjelaskan tentang hati, Imam Al-Ghazali menjelaskan dua macam mata; mata lahir (bashar) dan mata bathin (bashirah). Dengan mata lahir kita bisa melihat wujud lahiriah kita, menyaksikan alam semesta ini. Bentuk lahiriah kita hanyalah penampakan dari bentuk lahir dan bukan bentuk kita sebenarnya, bukan penampilan dari bentuk batiniah kita. Dengan bashirah, kita akan mampu melihat diri kita, wujud kita yang sebenarnya.
Dengan menggunakan istilah Imam Al-Ghazali, bashar hanya dapat melihat khalq (wujud fisik), sedangkan bashirah mampu melihat khuluq (wujud ruhani). Kata khuluq adalah kata jamak dari kata akhlaq, wujud ruhaniah kita. Sedang, Al-Quran menyebut wujud ruhani kita sebagai hati (qalbu). Dan, sebagaimana wujud fisik yang bisa mendapat serangan penyakit, qalbu (ruhani manusia) juga bisa terjangkit penyakit, yakni penyakit ruhani atau penyakit hati (qalbu). “Fi qulubihim marodhun fazaadahumullahu marodhaa”, Di dalam qalbu mereka ada penyakit, lalu Allah tambah penyakit itu (QS. 2:10).
 Sumber : Kampung Sufi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Surat Kuasa Pengambilan Raport

Yang bertandatangan di bawah ini: Nama                           : Indah Santoso Tempat/tanggal lahir    : Surabaya, 11 Mei 1959 Alamat                         :  Jl. Kertajaya No. 21                                       Surabaya                                       Jawa Timur                                     Dengan ini memberi kuasa kepada: Nama                           : Budi Yanto Tempat/tanggal lahir    : Jakarta, 18 Agustus 1965 Alamat           ...

CONTOH SURAT PERJANJIAN INVESTASI PROFIT SHARING

SURAT PERJANJIAN INVESTASI PROFIT SHARING No. Kontrak: 007/INSTANFOREX/SAHAYA-INVESTA/VI/2012 Kami yang bertanda tangan di bawah ini: I.       Nama   Perusahaan : ....................................................................................             Alamat                         : ....................................................................................   .................................................................................... Telepon                      : .................................................................................... Bank account            : .................

HAKIKAT SHOLAT MENURUT SYEKH SITI JENAR

http://www.javalaw-bmg.blogspot.com Peliharalah shalatmu dan shalat wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam shalat) yang khusyuk (QS Al. Baqarah / 2:238). Ini adalah penegasan dari Allah tentang kewajiban dan keharusan memelihara shalat, baik segi dzahir maupun batin dengan titik tekan khusyuk, kondisi batin yang mantap. Secara lahir, shalat dilakukan dengan berdiri, membaca Al-Fatihah , sujud, duduk dsb. Kesemuanya melibatkan keseluruhan anggota badan. Inilah shalat jasmani dan fisikal. Karena semua gerakan badan berlaku dalam semua shalat, maka dalam ayat tersebut disebut shalawaati (segala shalat) yang berarti jamak. Dan ini menjadi bagian pertama, yakni bagian lahiriah. Bagian kedua adalah tentang shalat wustha, yaitu yang secara sufistik adalah shalat hati. Wustha dapat diartikan pertengahan atau tengah-tengah. Karena hati terletak di tengah, yakni di tengah diri, maka dikatakan shalat wustha sebagai shalat hati. Tujuan shalat ini adalah untuk mendapatkan kedamaian dan ...