Senin, 02 November 2015

Keabsahan Dan Konsistensi Teori Keynes



Pada tahun 1920an inflasi menyusut dan Inggris menjadi sebuah negara yang mengalami fluktuasiekonomi dan priode pengangguran yang berkepanjangan. Melalui karyanya, ATreatise on Money (Keynes, 1971-89,vol. 5 dan 6) Keynes meneliti secara rinci hubungan antara uang, harga dan pengangguran. Keynes menunjuk hubungan antara investasi dan tabungan adalah factor utama penyebab terjadinya fluktuasiekonomi. Menurut Keynes, ketika orang menabung lebih banyak dibandingkan peruashaan yang berinvestasi, maka perusahaan akan mengalami kelebihan kapasitas produksi, sedangkan konsumennya barkurang, disislain apabila investasi melebihi yabungan, maka pengeluaran dalam perekonomian akan semakin banyak. Semua pengeluaran ini akan menyebabkan naiknya upah dan biaya produksi dan juga naiknya harga barang-arang yang dikonsumsi masyarakat, sehingga akan terjadi inflasi.

Antara investasi dan tabungan merupakan dua kegiatan yang dilakukan oleh rumah pelaku ekonomi yang berbeda yajni rumah tangga konsumen dan erusahaan,sehingga untuk mencapai keputusan yang seimbang antara investasidan tabungan sukit dicapai. Keynes kemudian berpendapat bahwa bank sentral lah  yang bartugas untuk menyeimbangkan dua variable ini. Jika tabungan melebihi investasi, bank sentral harus menurunkan suku bunga. Sehingga tabungan akan berkurang dan memicu peminjaman. Sebaliknya, apa bila investasi melebihi taungan, bank sentral harus menaikan suku bunga sehinggaa menaikan tabungan dan mengurangi pinjaman.  
Keynes kemudian menjelaskan tentang apa yang menentukan tingkat suku bunga. Menurut Keynes, suku bunga ditentukan oleh pasar uang tempat orang dan perusahaan menginginkan uang peran bank sentral disini sebagai pengendali peredaran uang. Permintaan uang berasal dari keputusan portofolio yang dibuat oleh orang-orang dan perusahaan. Mereka bisa tetap menyimpan uang atau menyimpannya dalam bentuk saham, obligasi dan asset-aset lainnya. Ketika bank sentral menaikan penawaran uang mereka akan membeli obligasi pemerintah, akan tetapi keputusan ini mengandung  konsekuensi. Konsekuensinya bahwa harga obligasi berhubungan secara terbalik dengan tingkat suku bunga jika obligasi naik, maka suku bunga akan mengalami penurunan, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu ketika bank sentral membeli obligasi, hal ini menaikan harga obligasi dan menurunkan tingkat pengembalian aset. Dipihak lain, apabila bank sentral ingin mengurangi peredaran uang maka pemerintah harus menjual obligasi. 

Agar masyarakat mau membeli obligasi ini maka harus ditawarkan dengan harga yang rendah, dan mereka akan memperoleh tingkat pengembalian uang yang tinggi,atu tingkat suku bunga akan naik.Keynes m endukung penciptaan uang(kebijakan moneter) serta pengeluaran pemerintah dan pemotongan pajak(kebijakan piskal). Dalam beberapa bagian Keynes (1971-1989, vol.7, hlm. 378) menyerukan “sosialisasi investasi yang menyeluruh.”  Yang dimaksud Keynes disini adalah Keynes mendukung kebijakan pengeluaran pemerintah untuk menstabilkan tingkat investasi  agregat dalam perekonomian nasional. Keynes percaya bahwa pengeluaran konsumen relative stabil, dan hany berubah sedikit dari tahun ke tahun. Tetapi investasi bisnis dikendalikan oleh” semangat kebinatangan” yang berubah-ubah. Perubahan dalam kepercayaan bisnis atau ekspetasi tentang masa depan akan mengubah tingkat investasi dan memiliki dempak basar terhadap ekonomi. Ketika perusahaan yakin tentang perekonomian, mereka akan lebih banyak melakukan investasi dan perekonomian akan berkembang pesat. Perkembangan ini akan memperkuat tentang ekspektasi keuntungan, dan mengakibatkan bertambahnya optimism dan investasi. Dilain pihak yang lain apabila perkiraan kinerja ekonomi yang buruk akan menurunkan investasi, memperlambat perekonomian dan memperkuat pesimisme perusahaan akan keuntungan di masa depan. Dan akibat dari hail tersebut ketika muncul optimism perekonomian akan berkembang pesat, namun sebaliknya ketika terjadi pesimisme perekonomian akn mengalami penurunan investasi yang dramatis dan terjadi pengangguran besar-besaran.

Solusi yang ditawarkan Keynes atas  permasalahan tersebut adalah pemerintah harus menstabilkan tingkat investasi. Ketika tingkat investasi swasta rendah, seharusnya meminjam uang(yaitu menjalankan deficit anggaran) dan berperan serta dalam investasi public seperti pembuatan jalan raya dan jembatan baru dan lebih banyak mengeluarkan uang untuk sekolah dan pendidikan  yang lebih baik. Sebaliknya apabila investasi bisnis tinggi pemerintah  harus menghentikan peminjaman dan mengurangi investasi public.

Pada tahun 1940 keynes kembali bekerja di pemerintahan Inggris, pada saat perng dunia II ia mengembangkan usulan untuk membantu keuangan Inggris, Keynes mengusulkan sebuah sebuah rencana tabungan wajib atau pembayaran yang ditunda(deferred pay). Idenya adalah semua warga Negara dengan pendapatan yang lebih besar dibandingkan pendapatan minimal akan diambil sebagian uang upahnya dan dimasukkan dalam rekening khusus. Rekening ini akan memperoleh bunga selama perang berlangsung dan  tidak bisa diambil kecuali dalam keadaan darurat.
Setelah perang dunia II berahkir, Keynes bekerja untuk aransemen moneter internasional yang dikembangkan oleh pemerintah-pemerintah Negara pemenang perang. Ia meyakini bahwa penyebab utama dari depresi duni pada tahun 1930-an adalah karena setiap Negara berusaha untuk mengekspor pengangguran ke mitra dagangnya. Dengan menciptakan surplus perdagangan setiap Negara akan memproduksi banyak barang dan menbuka banyak lapangan kerja, sedangkan kondisi Negara mitranya akan mengimpor barang-barang tersebut. Akibatnya, semakin sedikit pekerja yang dibutuhkan dan pengagguran akan tinggi atau meningkat. Sebagian besar Megara menciptakan surflus perdagangannya dengan mendevaluasi mata uangnya. Dengan nilai mata uang asing yang lebih tinggi dan harga barang-barang luar nergi lebih mahal, Negara berharap masyarakat lebih banyak membeli produksi dalam negri. Masalahnya adalah ketika suatu Negara mendevaluasi mata uangnya dalam rangka menciptakan ekspor dan lapangan kerja untuk warga negaranya, Negara lainpun akan melakukannya. Hasilnya adalah serangkaian devaluasi di semua Negara yang tidak berarti.

Untuk memecahkan permasalahan tersebut, Keynes mengusulkan system nilai tukar relatif tetap.  System ini kemudian dikenal dengan nama system Bretton Wood. System ini mensyaratkan setiap Negara menetapkan mata uang asingnya pada satu ons emas dan mempertahankannya pada tingkat itu. Karena setiap mata uang terikat dengan emas, maka setiap mata uang akan terikat dengan mata uang Negara lainnya.

Bretton Wood dijalankan selama 25 tahun. Sepanjang periode ini pertumbuhan ekonomi dunia berada pada tingkat yang belum pernah tercapai sebelumnya dan tingkat pengangguran di Negara-negara maju mencapai titik terendah. Akan tetapi system ini berakhir pada agustus 1971 karena pemerintahan Amerikaserikat khawatir ketika terjadi kesepakatan nilai tukar ttetap dicapai, emas akan cepat mengalir keluar ke Negara lain. Oleh sebab itu lahirlah system nilai tukar variable dan fleksibel yang digunakan sampai sekarang.

Cara kedua yang diajukan oleh Keynes untuk menangani dampak devaluasi yaitu dengan menetapkan mekanisme internasional untuk membantu menghilangkan ketidak seimbangan. Keynes ingin membangun system yang akan meminjamkan uang kepada Negara yang menjalankan deficit anggaran dan menghukum Negara-negara yang terus- menerus menjalankan surplus perdagangan. Sebgaimana kebijakan piskal dan moneter yang terkandung dalam The General Theory. Hal ini akan mendorong Negara mengeluarkan uang untuk barang luar negri dank arena itu menahan setiap kecenderungan menuju depresi lain.

Konsistensi teori keynes di masa sekarang
  • teori-teori Keynes mendapatkan kritikan, paling tidak dari tiga jurusan yakni dua mewakili penafsiran minorotas Keynes dan ketiga merupakan suatu serangan langsung (James W Dean 1987), hal ini ditandai dengan lahirnya aliran “pasca Keynes” yang dimotori oleh Nicolas Kaldor dan Joan Robinson kemudian dilanjutkan dengan serangan oleh kelompok evolusioner dengan menyatakan bahwa teori makro neo-keynesian tidak konsisten dengan aksioma kramat neoklasik mengenai maksimasi universal secara konvensional diasosikan dengan keseimbangan untuk seluruh pasar, teori neo Keynesian juga melanggar aksioma lainnya yakni “hukum Walras” yang membenarkan kesimbangan umum.  Dilain pihak Robert Clower pada tahun 1965 menulis “hukum Walras” yang tidak sesuai dengan ekonomi Keynes, atau Keynes yang tidak mempunyai sesuatu yang pada dasarnya baru untuk ditambahkan pada teori ekonomi ortodoks, perhatian Clower ini berangkat dari pengelihatannya, bahwa kunci hubungan prilaku makro Keynes, yakni “fungsi konsumsi” tidak konsisten dengan maksimasi tingkat mikro.
  • Penerapan Keynesian berhasil mengatasi resesi dunia 1930 dan melahirkan Bretton Woods. Amerika Serikat di bawah Presiden John F. Kennedy dan Richard Nixon menerapkan Keynesian untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi Keynesian tak dapat mengimbangi dinamika pergerakan sektor moneter. Lalu dipelopori oleh Prof Samuelson dengan teori Neo Classic Monetarism, Presiden Ronald Reagan dan PM Inggris Margarett Tacher menerapkan Classical Economics. Ajaran ini ternyata mengakibatkan fluktuasi investasi dan kesempatan kerja dan pada 1982 tidak dipakai lagi.
        Referensi ;
  1. Skousen, Mark. 2006. Sang Mestro”Teori-teori Ekonomi Modern”: Sejarah Pemikiran Ekonomi.  Jakarta: Perdana Media.
  2. Pressman, Steven. 2001. Lima Puluh Pemikir Ekonomi Dunia. Jakarta: PT. Grapindo persada
  3. Kusnendi. 2002. Teori Makro Ekonomi. Bandung: Prodi Ekonomi dan Koperasi UPI
  4. Sastradipura, komarudin. 2001. “Sejarah Pemikiran Ekonomi”:Suatu Teori dan