Rabu, 12 Juni 2013

MEMAHAMI KEHIDUPAN DUNIA LAIN DENGAN FISIKA KUANTUM.




Dunia lain dan kehidupannya di negara kita bukan hal asing, bahkan di negara Eropa dan Amerika sejak 20 tahun terakhir telah mulai memahami adanya kehidupan yang tidak dapat dijelaskan dengan teori ilmiah. Tapi kini semua itu dapat terjawab, teori kuantum satu-satunya yang bisa membuktikan bagaimana sisi gelap Bumi dijelaskan dalam persepsi ilmu pengetahuan.

Banyak orang meyakini dunia spiritual, tetapi mereka tak mampu membuktikan bagaimana semua itu bisa terjadi, bagaimana menjelaskan secara teoritis, dan bagaimana membuat publik yakin bahwa dunia lain benar adanya. Contoh kecilnya, mimpi yang menjadi kenyataan… sanggupkah Anda menjelaskan bagaimana fenomena mimpi bisa menembus ruang waktu yang menjadi kenyataan tepat seperti dalam mimpi? Baik, maka kita kali ini akan membicarakan tentang dunia lain dan memahaminya dengan fisika kuantum.


Sepanjang sejarah dan berabad-abad, ajaran spiritualis mengajarkan bahwa malaikat tecipta dari materi yang lebih ringan atau disebut cahaya. Sementara dalam ilmu metafisika dinyatakan bahwa makhluk halus seperti plasma yang dapat melalui dinding dan melawan gravitasi Bumi. Bagaimana mereka melakukannya? Adakah semua ini hanya fatamorgana manusia?

Beberapa fenomena penampakan UFO tidak terlihat seperti pesawat buatan melainkan berwarna-warni, mereka diterangi plasma cerah yang dapat menangkap benda-benda fisik dengan kekuatan magnetik yang saling berlawanan. Ada banyak kasus yang menyatakan keterkaitan dugaan ini, ketika pertemuan manusia dengan UFO sering mengakibatkan kerusakan elektronik. Radio, ponsel, kamera, sama sekali tak berfungsi seakan-akan membawa energi elektromagnetik pada elektronik. Kasus lainnya seperti penculikan manusia dan sapi yang terangkat ke pesawat UFO, ada energi magnetik yang membuat materi dibawahnya tertarik keatas.

Mohon maaf sebelumnya karena mencoba memetik penggalan ayat dalam kitab Al Qur’an menyebutkan tentang Jin yang digambarkan dengan bentuk kehidupan transparan dan mampu berubah wujud. Jika dikaitkan dengan ilmu pengetahuan akan terkait dengan plasma seperti yang diungkapkan Trevor Constable dalam bukunya ‘The Cosmic Pulse of Life: The Revolutionary Biological Power Behind UFOs‘, makhluk luar angkasa mirip dengan jin mungkin digambarkan dengan fenomena yang sama.

Tidak ada alasan bagi manusia untuk takut terhadap jin yang terkadang dianggap sebagai Humanoid jahat dalam berbagai cerita UFO modern, dan terkadang makhluk dunia lain tersebut digambarkan sebagai kerabat iblis.

Ribuan tahun yang lalu, para Dewa Yunani dan Romawi digambarkan sebagai manusia, bentuk mereka berubah besar di depan mata manusia kemudian terbang dengan kenderaan bersinar melewati angkasa. Kebudayaan lain seperti Dewa Avatar dalam agama Hindu tampaknya tidak terpengaruh hukum fisika, akan tetapi mitos dunia lain yang kita ketahui penuh dengan entitas yang penggambarannya jauh lebih ringan dari udara, berganti wujud dan terkadang sebagai makhluk bersinar.

Malaikat dalam ajaran Kristen pertama kali digambarkan sebagai bola bersinar, inikah yang disebut plasma? Kemudian memanipulasi wujud mereka sehingga manusia dapat mengenalinya sebagai malaikat ataupun para imam agama. Dalam sisi spiritualis juga diajarkan bahwa manusia memiliki sahabat, mungkin sebagai wali yang tidak terlihat oleh mata manusia kecuali pikiran dan kemampuan roh kita sanggup berbicara dengan mereka. Sebagai contoh ketika mengirim dan menerima penginderaan, yang sangat sesuai dengan teori fisika kuantum dan teori materi gelap.

Beberapa ilmuwan menganggap bahwa plasma gelap tidak hanya ada di seluruh ruang angkasa, tetapi juga berada Bumi dan melalui tubuh manusia. Menurut teori kuantum, semua makhluk yang hidup di alam semesta memiliki materi gelap. Sementara ilmu pengetahuan lain tidak bisa menerima keberadaan dunia lain karena tidak pernah sesuai dengan teori yang dijabarkan. Tetapi teori fisika kuantum, merupakan satu-satunya teori yang bisa mendukung dan menerima keberadaan malaikat dan jin dalam ilmu pengetahuan. Makhluk tak kasat mata menawarkan persahabatan spiritual dan terkadang membantu manusia, sebenarnya semua itu dapat dijelaskan dalam teori kuantum dan spiritual.

Teori Kuantum Jelaskan Adanya Dunia Lain

Selama ribuan tahun ajaran metafisika, spiritualis dan agama mendalami hubungan dengan dunia lain tetapi belum diakui dalam ilmu pengetahuan. Teori kuantum dan matematika mengisyaratkan manusia tentang adanya Lingkaran Cahaya Gelap yang sangat besar disekitar Bumi. Lingkaran cahaya ini berukuran gas raksasa, kepadatan Bumi berinteraksi dengan gravitasi yang berbeda. Bumi mengandung plasma, sementara Ultra Terrestrial (dunia lain) mengandung plasma gelap yang dunia-nya mirip seperti dunia kita dan tidak bisa terlihat.

Energi gelap dan materi gelap telah dibuktikan fisikawan kuantum teoritis sebagai komponen yang sama sekali tidak terlihat di alam semesta. Energi gelap setidaknya mengisi 72 persen alam semesta dan materi gelap hanya mengisi 23 persen.

Mungkin pikiran bawah sadar manusia dapat menerima pesan dari elektromagnetik gelap. Pikiran manusia dapat mengkonversi energi gelap atau mungkin pikiran manusia hanya sebagai ‘perasa’ dari unsur tersebut. Manusia memiliki materi gelap dalam tubuhnya, tetapi bukan berarti bahwa ‘materi gelap’ menggambarkan kejahatan, tapi berlaku dalam penggunaan teori kuantum.

Seperti fenomena yang terjadi dalam mimpi, dimana kita terkadang menerima informasi spiritual. Dalam mimpi manusia sering terbawa pengalaman spiritual yang membantu secara emosional dalam hidupnya. Di alam mimpi manusia bisa terbang, dapat berubah wujud, dapat menciptakan petualangan berbeda dari kehidupan nyata. Manusia selama ini telah mengalami realitas yang sama sekali berbeda dalam mimpi, seperti ruang waktu yang begitu nyata dan kemudian menghilang, semua fenomena mimpi tidak dipengaruhi gravitasi ataupun kepadatan molekul.

Bentuk-bentuk kehidupan di dunia lain bergerak dalam tiga dimensi, manusia berjalan di permukaan bumi (menurut gravitasi) dan tidak bisa bergerak ke atas melewati udara (melawan gravitasi). Plasma gelap sangat mirip dengan lautan, plasma mungkin tidak merespon salah satu bentuk gravitasi sementara masih ada jenis gravitasi lain yang lebih rendah. Hal ini melibatkan gravitasi Bumi dan gravitasi dunia lain, kedua partikel aneh berpotensi ‘sangat simetris’ tetapi menciptakan realitas yang berbeda.

Dunia lain merupakan bumi Paralel tetapi ada perbedaan besar dalam memahami bentuk kehidupan dan berinteraksi dengan realitas itu sendiri. Tetapi,… benarkah alam semesta dipenuhi makhluk ber-materi gelap dan menggunakan energi materi gelap yang meregangkan seluruh alam semesta sebagai lintasan perjalanan mereka?

Lingkaran cahaya materi gelap yang ada di Bumi mengizinkan mahluk tanpa fisik padat bertemu bertemu materi padat. Hal inilah yang menyebabkan roh manusia menghambat evolusi fisik dan tidak pernah bertahan lama (fisik manusia berumur pendek), berbeda dengan makhluk dunia lain yang bisa hidup ribuan/jutaan tahun dan melewati waktu sesingkat mungkin karena tidak memiliki molekul padat.

Jadi, Bumi merupakan planet mereka juga, makhluk dunia lain telah mengembangkan teknologi jauh lebih maju yang berada tepat di depan kita. Akan tetapi kita terjebak dalam dunia yang sangat padat molekul dengan gravitasi kuat dan membuat kita tak mampu memahaminya. Makhluk dunia lain hidup bermasyarakat, mereka telah mengembangkan metode ilmiah yang jauh lebih maju. Mereka berevolusi sama seperti manusia tetapi makhluk dunia lain berevolusi lebih cepat, situasi ini sama sekali berbeda persepsi, berbeda interaksi dan realitas.


Makhluk dunia lain berkomunikasi melalui telepati karena tidak memiliki tubuh fisik (seperti mulut dan otak). Makhluk dunia lain memiliki pemikiran maju dan bergerak dalam plasma gravitasi cahaya yang sangat ringan. Itu sebabnya ada sebuah mitologi yang menceritakan bahwa Jin mampu bergerak sebelum mata manusia berkedip. Kehidupan mereka beragam seperti makhluk yang ada di Bumi, setidaknya ada jutaan jenis makhluk ber-materi gelap dari ukuran terkecil hingga yang ter-cerdas,salah satunya telah mengukir sejarah mereka sebagai Dewa dan Dewi peradaban kuno.

sumber: cutpencom

Bibliografi:

The Cosmic Pulse of Life: The Revolutionary Biological Power Behind UFOs, karya Trevor James Constable
The Grand Illusion: A Synthesis of Science and Spirituality, karya Brendan D. Murphy
Meadow Elves, images by Nils Blommér (1816–1853) via Wikipedia

Rabu, 05 Juni 2013